Hindari! Inilah Bahaya Pinjaman Online Ilegal yang Perlu anda Ketahui

Hindari! Inilah Bahaya Pinjaman Online Ilegal yang Perlu anda Ketahui
September 17, 2021 by mardi

Weareonetogether.org - Sejak kemunculannya di tahun 2016, pinjaman online langsung menjadi primadona yang diincar banyak orang. Dengan pinjaman online, Anda bisa mendapatkan uang dengan mudah dan cepat jika terjadi urgensi. Namun, ada bahaya pinjaman online ilegal yang perlu anda ketahui.

Namun di luar kemudahan yang ditawarkan, Anda harus berhati-hati dalam memilih fintech lending (perusahaan pinjaman online) yang tepat. Pasalnya, masih banyak operasional fintech lending yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penasihat Keuangan Senior, Idil Akbar Majeed, berbicara tentang risiko meminjam uang dari fintech lending ilegal.

Risiko dan bahaya pinjaman online ilegal, suku bunga tinggi, denda tinggi, kebocoran data pribadi yang sering terjadi. Jika kami tidak membayar, mereka akan menggunakan metode berbeda untuk mencemarkan nama baik kami dengan menerbitkan data pribadi kami.

1. Bunga Tinggi

Risiko pinjaman online tidak terdaftar di OJK sangat tinggi dan terkadang bunganya tidak masuk akal. Saat pembayarannya buruk, bunga pinjaman online ilegal akan meningkat beberapa kali lipat.

Jumlahnya mungkin lebih besar dari nominal pinjaman. Namun, sejauh ini OJK masih belum memiliki ketentuan terkait suku bunga acuan fintech lending.

2. Denda Tinggi

Mirip dengan pinjaman konvensional, pinjaman online juga menerapkan sistem penalti ketika peminjam terlambat membayar. Jumlah denda untuk pinjaman ilegal online sangat tinggi.

Bahaya pinjaman online ilegal tidak hanya membebankan bunga keterlambatan, tetapi juga denda lainnya. Ini pasti akan merugikan peminjam karena dia harus membayar nominal pinjaman beserta bunga dan denda tambahannya.

3. Kebocoran Data Pribadi

Saat mengajukan pinjaman online, calon peminjam diharuskan mengunduh aplikasi fintech loan sebagai salah satu prosedurnya. Selanjutnya, calon peminjam akan diminta untuk setuju memberikan akses ke data pribadi sebagai syarat.

Dalam pinjaman online, data ini rentan disalahgunakan. Jika pembayaran gagal, pihak fintech ilegal tidak akan segan-segan mempermalukan peminjam dengan mempublikasikan data pribadinya.

OJK sebagai lembaga yang memberikan dasar hukum pinjaman online telah membahas risiko bocornya data pribadi nasabah di media sosialnya. Berdasarkan informasi OJK, semua data numerik pribadi calon nasabah akan menjadi variabel dalam perhitungan poin serta agunan reputasi sebagai pengganti agunan fisik seperti (rumah, kendaraan bermotor, dll).

Dalam pinjaman online, ini tidak bisa dihindari. Karena jika Anda menolak untuk memberikan akses, aplikasi secara otomatis akan gagal untuk menginstal. Lalu bagaimana cara mengetahui fintech lending yang tidak terdaftar di OJK?

Fintech lending ilegal tidak memiliki izin resmi, tidak memiliki alamat kantor dan identitas kepengurusan yang jelas, bunga pinjaman tidak terbatas, akses semua data di ponsel peminjam, serta ancaman terorisme dan pencemaran nama baik peminjam.

Jadi sebelum Anda mencobanya, pastikan perusahaan pinjaman online Anda terdaftar di OJK. Atau lebih tepatnya, anda perlu memilih pinjol resmi OJK bunga rendah untuk menghindari hal buruk semacam bahaya pinjaman online ilegal yang kita bahas tadi.